MENGINTEGRASIKAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Apa, Mengapa dan Bagaimana ?
Hidup dalam era informasi di abad 21 ini merupakan kenyataan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan era global saat ini. Untuk mendorong kesiapan SDM di era global melalui pendidikan di sekolah, pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran perlu dilakukan untuk 1) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; 2) mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT literacy) itu sendiri; dan 3) untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Dalam prakteknya, belum semua guru memahami apa yang dimaksud dengan mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran. Makalah ini memaparkan tentang apa, mengapa dan bagaimana integrasi TIK dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Dunia telah berubah. Dewasa ini
kita hidup dalam era informasi/global. Dalam era informasi, kecanggihan
teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran
informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden &
Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa
dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam
memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas. Karakteristik
masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan
(knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu
bersaing dalam era global.
Oleh karena itu, setiap negara
berlomba untuk mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk
semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan
membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era
global. Apa akibatnya? Negara yang telah maju dan mampu mengintegrasikan
teknologi tersebut secara sistemik/holistik, melompat berkali lipat jauh lebih
maju. Beberapa contoh yang telah maju dan jauh meninggalkan Indonesia di
antaranya adalah Singapura, Jepang, dan Korea. Sementara itu, negara-negara berkembang
lain yang belum mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara komprehensif
semakin berkali lipat jauh tertinggal. Kondisi seperti ini dinamakan
kesenjangan digital (digital divide).
Indonesia, perlu segera mengurangi
kesenjangan digital ini dengan mengintegrasikan (TIK) secara sistemik untuk
semua sektor pemerintahan seperti perdagangan/bisnis, administrasi publik,
pertahanan dan keamanan, kesehatan dan termasuk pendidikan. Dalam makalah ini,
penulis ingin mengupas masalah pengintegrasian TIK dalam pendidikan. Tapi,
penulis membatasi pembahasan hanya pada masalah yang lebih mikro, yaitu
pengintegrasian TIK dalam lingkup pembelajaran (ruang kelas). Sementara itu,
yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi di sini meliputi
teknologi cetak maupun non-cetak (seperti teknologi audio, audio-visual,
multimedia, internet, dan pembelajaran berbasis web).
Beberapa permasalahan yang penulis
ingin coba dibahas dalam makalah ini meliputi: 1) apa yang dimaksud dengan
pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran? 2) seperti apakah contoh
bentuk pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran?; 3) mengapa TIK perlu
diintegrasikan dalam pembelajaran?; 4) pendekatan seperti apa yang dapat
digunakan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?; dan 5)
pertimbangan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengintegrasikan TIK ke
dalam proses pembelajaran?

Komentar
Posting Komentar